Indonesia mencatatkan prestasi bersejarah dalam bidang ketahanan pangan dengan mencapai stok beras pemerintah sebesar 4 juta ton, tertinggi dalam 57 tahun terakhir sejak Perum Bulog didirikan pada 1969.
Capaian ini semakin bermakna di tengah kondisi global yang memprihatinkan. Laporan Food and Agriculture Organization (FAO) 2024 menunjukkan dunia semakin menjauh dari target penuntasan kelaparan Sustainable Development Goals (SDGs) 2030, dengan Asia menempati posisi tertinggi kelaparan sebesar 384 juta orang.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan, pencapaian ini merupakan hasil kebijakan yang tepat sasaran dan keberpihakan pemerintah terhadap petani.
"Stok beras kita sekarang lebih dari 4 juta ton, tertinggi dalam 57 tahun. Dulu pernah mencapai 3 juta ton pada 1984," kata Amran dalam konferensi pers di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (2/6/2025), seperti dilansir Antara.
Dengan stok tersebut, pemerintah mampu mendistribusikan 10 kilogram beras sebagai bantuan pangan kepada 18,3 juta keluarga penerima manfaat (KPM) selama dua bulan.
Keberhasilan ini didukung strategi penyerapan langsung dari petani oleh Bulog. Data menunjukkan, hingga akhir Mei 2025, Bulog telah menyerap lebih dari 2,4 juta ton beras lokal, melonjak lebih dari 400 persen dibanding rata-rata penyerapan periode sama dalam 5 tahun terakhir yang hanya sekitar 1,2 juta ton.
Pemerintah juga menerapkan harga pembelian pemerintah (HPP) gabah kering sebesar Rp 6.500 per kilogram, naik dari sebelumnya Rp 5.500 per kilogram.
Kebijakan ini berdampak positif pada kesejahteraan petani. Nilai Tukar Petani (NTP) pada Mei 2025 mencapai 121, melampaui target 110 dan lebih tinggi dari periode sama tahun lalu sebesar 116.
"Dulu saat panen raya, harga gabah sering turun dan petani merugi. Sekarang, mayoritas petani bisa menjual gabah kering panen minimal Rp 6.500 per kilogram sesuai HPP, bahkan lebih," ujar Menteri Amran.
Capaian ini membuktikan komitmen pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional dan meningkatkan kesejahteraan petani di seluruh Indonesia, termasuk di Kabupaten Sukoharjo yang turut berkontribusi dalam pencapaian stok beras nasional.
Sumber : Kantor Komunikasi Kepresidenan RI
#StokBerasIndonesia #KetahananPanganNasional #SwasembadaBeras2025 Hashtag #MentanAndriAmran #BulogIndonesia #PetaniIndonesia #ProduksiBeras2025 #BerasNusantara #PanganBerkualitas #DiskominfoSukoharjo