Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-117 tahun 2025 di Kabupaten Sukoharjo telah dilaksanakan dengan khidmat pada Selasa, 20 Mei 2025. Rangkaian kegiatan ini tidak hanya berupa upacara bendera di halaman Sekretariat Daerah, tetapi juga mencakup ziarah ke makam pahlawan nasional KH Samanhudi di Desa Banaran, Kecamatan Grogol.
Pemerintah Kabupaten Sukoharjo melaksanakan Upacara Bendera yang dilaksanakan pada Selasa, 20 Mei 2025 pukul 07.30 WIB di Halaman Sekretariat Daerah Kabupaten Sukoharjo dengan Wakil Bupati Sukoharjo, Eko Sapto Purnomo, S.E., sebagai inspektur upacara. Upacara diikuti oleh 21 peleton dari berbagai unsur termasuk ASN, pelajar, dan organisasi masyarakat.
Dilanjutkan Ziarah Makam KH Samanhudi, rombongan pejabat Forkopimda melakukan ziarah ke makam KH Samanhudi di Desa Banaran, Kecamatan Grogol, sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa pahlawan pendiri Sarekat Dagang Islam.
KH Samanhudi merupakan tokoh penting dalam sejarah pergerakan nasional Indonesia. Lahir dengan nama asli Sudarno Nadi pada tahun 1868 di Laweyan, Surakarta, beliau adalah pendiri Sarekat Dagang Islam (SDI) pada 16 Oktober 1905, yang menjadi organisasi massa pertama dan tertua di Indonesia.
Sebagai seorang pengusaha batik, KH Samanhudi mendirikan SDI sebagai bentuk perlawanan terhadap kebijakan kolonial Belanda yang memberikan keleluasaan bagi pedagang asing untuk menguasai perekonomian rakyat. Organisasi ini kemudian berkembang menjadi Sarekat Islam (SI) yang memiliki peran signifikan dalam membangkitkan semangat nasionalisme dan perjuangan kemerdekaan Indonesia.
Ziarah ke makam KH Samanhudi dalam rangkaian peringatan Harkitnas memiliki makna mendalam diantaranya penghormatan pada pelopor kebangkita, refleksi nilai perjuangan, serta menjaga kesinambungan sejarah. Bagi Kabupaten Sukoharjo, keberadaan makam pahlawan nasional KH Samanhudi menjadi kebanggaan dan penguat identitas daerah sebagai bagian dari sejarah pergerakan nasional.
Makam KH Samanhudi memiliki keistimewaan tersendiri. Meskipun beliau adalah pahlawan nasional, makamnya tidak berada di Taman Makam Pahlawan melainkan di pemakaman umum Desa Banaran. Hal ini merupakan permintaan khusus dari keluarga agar masyarakat dapat lebih leluasa berziarah tanpa harus melalui prosedur khusus kenegaraan.
Makam ini menjadi destinasi ziarah tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga masyarakat umum, peneliti, dan pegiat sejarah yang ingin mengenang jasa dan perjuangan KH Samanhudi. Keberadaan makam di tengah pemakaman umum juga mencerminkan sifat kerakyatan dan kesederhanaan yang menjadi ciri khas perjuangan beliau.
Ziarah ke makam KH Samanhudi dalam rangkaian peringatan Harkitnas ke-117 di Kabupaten Sukoharjo mengingatkan kembali semangat kebangkitan nasional yang telah dirintis oleh para pendahulu.
Sumber : Dinsos Sukoharjo, Orari Sukoharjo , Tribun Jateng , Kompas Yogyakarta
#Harkitnas117Sukoharjo #KHSamanhudiPahlawanNasional #ZiarahMakamBanaran #SarekatDagangIslam #SejarahKebangkitanNasional #SukoharjoBangkit #PeloporPergerakanNasional #WisataSejarahSukoharjo #BangkitBersamaIndonesiaKuat #DiskominfoSukoharjo