SUKOHARJO - Pemerintah Kabupaten Sukoharjo memperkuat upaya pencegahan stunting melalui pendekatan digitalisasi. Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Sukoharjo menggelar rapat koordinasi pengembangan website stunting pada Kamis (11/9/2025) yang melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
Rapat koordinasi ini merupakan tindak lanjut dari hasil monitoring dan evaluasi (monev) desk review bidang tematik yang dilakukan bersama inspektorat daerah. "Hasil monev memberikan rekomendasi penting bahwa target digitalisasi stunting tidak hanya melibatkan dua OPD seperti RSUD dan Dinkes, tetapi harus mencakup semua OPD yang tergabung dalam tim tematik digitalisasi stunting.
Dalam rapat yang digelar di Ruang Vidcon Gedung Menara Wijaya Lantai 5 tersebut, Diskominfo mempresentasikan demo website stunting yang sedang dikembangkan. Pengembangan website ini mencakup dua fitur utama yang akan mempermudah masyarakat dalam mengakses informasi stunting.
Fitur pertama adalah penambahan kalkulator stunting yang merupakan hasil adopsi dari fitur unggulan "Demakan Klunting" (Deteksi Mandiri Anak Kurang Gizi). Kalkulator ini memungkinkan orang tua untuk melakukan deteksi dini status gizi anak secara mandiri melalui platform digital.
Fitur kedua adalah chatbot interaktif yang khusus membahas berbagai informasi seputar stunting. Chatbot ini dirancang untuk memberikan respons cepat terhadap pertanyaan masyarakat mengenai pencegahan, penanganan, dan edukasi stunting.
Sementara itu, Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) memberikan masukan konstruktif terkait tampilan data stunting. Dinas tersebut menyarankan agar grafik stunting pada website hanya menampilkan prevalensi stunting dengan format yang lebih ringkas untuk status gizi, sehingga lebih mudah dipahami masyarakat.
Rapat koordinasi ini dihadiri oleh perwakilan dari tujuh instansi, meliputi Dinas Kesehatan, Dinas Pangan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, DPPKBP3A, Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah, serta RSUD Ir. Soekarno Sukoharjo.
Langkah bertujuan menurunkan angka stunting melalui pendekatan teknologi informasi yang mudah diakses masyarakat. Website stunting yang sedang dikembangkan diharapkan dapat menjadi platform untuk edukasi, deteksi dini, dan monitoring program stunting di Kabupaten Sukoharjo.
#DashboardStunting #PenangananStunting #DiskominfoSukoharjo #DashboardStuntingSukoharjo #DigitalisasiStunting